Berita Lain

Indeks Berita

Jumat, 04/07/2008 10:26 WIB
Bersantap Nasi Merah di Bawean
Ema Nur Arifah - detikBandung



Bandung - Beberapa kali bersantap siang di tempat ini belum ada bosannya. Selain karena dekat dari kantor Detikbandung, Jl Lombok 33, juga cocok di lidah. Berada di Jalan Bawean, depan toko roti Bawean yang terkenal. Tempat ini populer dengan nama Timbel Bawean.

Timbel, menu makanan yang sudah sangat tidak asing lagi, di mana-mana, dari warung tenda hingga restoran ternama makanan ini selalu mengisi daftar menu. Yang membuat tempat ini agak beda, selain karena usianya yang sudah puluhan tahun sejak tahun 86-an, juga menyediakan nasi merah.

Nasi merah memang dikenal memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan nasi putih. Konon, kandungan gizinya 5 banding 1. Membaca dari beberapa referensi, beras putih itu berasal dari beras digiling yang menghilangkan kulit arinya. Sedangkan beras merah berasal dari beras tumbuk yang tidak banyak menghilangkan kulit ari. Kulit ari beras mengandung serat dan minyak alami.

Makanya, beras merah juga sering menjadi bahan makanan untuk bayi karena kandungan gizinya tersebut. Dengan pemberian beras merah pada balita dapat meningkatkan asupan serta, vitamin dan mineral.

Selain itu, mengkonsumsi nasi merah dalam jangka panjang bisa mencegah berbagai macam penyakit misalnya penyakit jantung, kanker, kegemukan dan diabetes. Wah, banyak juga ya manfaatnya. Jadi kenapa tidak mencoba bersantap beras meras di Timbel Bawean.

Tempat sederhana ini menyediakan makanan seperti prasmanan. Anda bisa  memilih menu sendiri. Ayam goreng sudah tentu jadi menu utama, ikan goreng, tahu atau tempe goreng, gepuk, pepes tahu, pepes usus, tumis usus, dan pepes peda yang menggoda selera. Tak ketinggalan lalapan dan cocolan sabal yang merupakan menu wajib timbel.

Dengan Rp 10 ribu saja, anda sudah bisa menikmati nasi lengkap dengan ayam goreng, tahu atau tempe. Jika ingin lebih segar, tambah beberapa ribu untuk segelas jus.

Menurut Otong (32) yang masih family dengan pemiliknya,  tempat ini biasanya penuh saat makan siang. Memang benar, jika lebih dari pukul 14.00 WIB saja, lauk yang ada di tempat prasmanan tinggal sedikit.

Dituturkan Otong, tempat ini bisa dikatakan perintis timbel. Sebelum tahun 1998, pukul 13.30 WIB biasanya sudah habis. Tapi karena warung timbel sekarang di mana-mana jadi habisnya sekitar pukul 16.00 WIB.

Jadi, punya rencana makan siang di mana? Jika tertarik bersantap timbel dan nasi merah di Bawean, mungkin pulangnya anda bisa menengok sebentar ke kantor Detikbandung.(ema/ern)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Foto Lain


Baca juga :