Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Kamis, 04/03/2010 12:49 WIB
Oleh-oleh Labu Kukuk si Dewa Mabuk -
Jumat, 19/02/2010 11:59 WIB
Hotel dan Restoran Jadi Pelanggan Kerai -
Jumat, 19/02/2010 09:17 WIB
Ragam Kerai di Jalan Cipaganti -
Senin, 15/02/2010 09:11 WIB
Bergaya dengan Aksesoris dari Kawat -
Jumat, 12/02/2010 10:13 WIB
Lani Lantera
Berburu Kayu Bantalan Rel ke Pelosok Daerah -
Jumat, 12/02/2010 09:40 WIB
Lampu Hias dari Limbah Otomotif
Indeks Berita
Sabtu, 07/06/2008 08:39 WIB
Cerita Sutra Lewat Wisata
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Kehalusan dan kelembutan sutra masih menjadi simbol kemewahan hingga saat ini. Di Padepokan Dayang Sumbi, kita bisa merasakan bagaimana proses mencapai sebuah kemewahan sambil berwisata.
Ulat sutra, binatang ini kerap kali dielu-elukan karena bisa menghasilkan nilai ekonomi yang cukup tinggi. Kehalusan dan kelembutan sutra senantiasa menjadi simbol kemewahan yang hingga saat ini masih terus diakui dalam dunia fashion.
Untuk mencapai sebuah kemewahan, sutera pun harus melalui berbagai proses. Bagaimana si ulat berkembang biak, bagaimana benang dihasilkan sampai menghasilkan helaian demi helaian kain sutra nan lembut hingga digunakan.
Padepokan Dayang Sumbi akan mengajak anda untuk masuk ke dalam alur hidup si ulat sutra. Padepokan Dayang Sumbi adalah tempat wisata yang terbilang langka.
Jika Cimahi punya Kebun Strawberry, maka Padepokan Dayang Sumbi di Desa Pamoyanan, Jl. Arcamanik Kecamatan Cimenyan menjadi tempat wisata ulat sutra.
Di sini ulat sutra dibudidayakan. Sebuah proses kehidupan dan produksi si ulat akan dijabarkan selama mengikuti wisata. Mulai dari kepompong, penetasan, melihat rumah ulat sutera, membuat benang hingga pembuatan kain sutera dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).
Menurut Iin Indriani, ayahnya lah yang semula mengembangkan kawasan budi daya ulat sutra ini menjadi tempat wisata."Para pengunjung pun datang dari berbagai kalangan. Kebanyakan dari anak sekolah, tapi perusahaan juga ada," jelas Iin.
Tentu saja nilai edukasi yang ditawarkan pun tidak sedikit, bahkan mungkin saja bisa lebih efektif diterapkan bagi pelajar karena mereka langsung turun ke alam.
Setiap orang akan dibekali pengetahuan sekaligus pengalaman yang dipandu langsung oleh instruktur wisata atau pemandunya. Pengalaman materi kegiatan disesuaikan dengan tingkat kelompok usia pengunjung.
Di sini, anda akan belajar beragam hal, menenun kain hingga membuat produk turunan yang bisa diproduksi selain kain sutra. Misalnya membuat kerajinan pembuatan boneka.
"Saya sendiri mengelola kerajinan bunga dari kepompong ulat sutra," jelasnya.
Ada paket-paket wisata yang disediakan termasuk juga batasan jumlah pengunjung. Ada paket open house yaitu saat melakukan tur digabung dengan kelompok lain, paket privasi khusus kelompok sendiri, paket kerajinan tangan dan paket mengejar ikan.
Untuk open House per orangnya sitarif Rp 15 ribu, sedangkan untuk yang privat, biayanya Rp 30 ribu per orang dengan minimal jumlah pengunjung 30 orang. Tak hanya ulat sutra, kejar mengejar ikan pun menjadi salah satu agenda di tempat wisata ini. Biayanya Rp 200 ribu/kelompok dengan maksimal peserta 100 orang.
Untuk rute, anda bisa mengambil jalur dari Komplek perumahan Arcamanik (pacuan kuda), kemudian ke SDN Sindanglaya terus melewati Markas Komando Sekolah Calon Bintara, terus menuju Jl Sekesalam hingga akhirnya menemukan penunjuk arah menuju Padepokan Dayang Sumbi.
Siapa tahu berwisata ke tempat ini, akan menimbulkan inspirasi baru dalam hidup anda. Selamat berwisata!
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Cerita Sutra Lewat Wisata
Ema Nur Arifah - detikBandung

Ulat sutra, binatang ini kerap kali dielu-elukan karena bisa menghasilkan nilai ekonomi yang cukup tinggi. Kehalusan dan kelembutan sutra senantiasa menjadi simbol kemewahan yang hingga saat ini masih terus diakui dalam dunia fashion.
Untuk mencapai sebuah kemewahan, sutera pun harus melalui berbagai proses. Bagaimana si ulat berkembang biak, bagaimana benang dihasilkan sampai menghasilkan helaian demi helaian kain sutra nan lembut hingga digunakan.
Padepokan Dayang Sumbi akan mengajak anda untuk masuk ke dalam alur hidup si ulat sutra. Padepokan Dayang Sumbi adalah tempat wisata yang terbilang langka.
Jika Cimahi punya Kebun Strawberry, maka Padepokan Dayang Sumbi di Desa Pamoyanan, Jl. Arcamanik Kecamatan Cimenyan menjadi tempat wisata ulat sutra.
Di sini ulat sutra dibudidayakan. Sebuah proses kehidupan dan produksi si ulat akan dijabarkan selama mengikuti wisata. Mulai dari kepompong, penetasan, melihat rumah ulat sutera, membuat benang hingga pembuatan kain sutera dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).
Menurut Iin Indriani, ayahnya lah yang semula mengembangkan kawasan budi daya ulat sutra ini menjadi tempat wisata."Para pengunjung pun datang dari berbagai kalangan. Kebanyakan dari anak sekolah, tapi perusahaan juga ada," jelas Iin.
Tentu saja nilai edukasi yang ditawarkan pun tidak sedikit, bahkan mungkin saja bisa lebih efektif diterapkan bagi pelajar karena mereka langsung turun ke alam.
Setiap orang akan dibekali pengetahuan sekaligus pengalaman yang dipandu langsung oleh instruktur wisata atau pemandunya. Pengalaman materi kegiatan disesuaikan dengan tingkat kelompok usia pengunjung.
Di sini, anda akan belajar beragam hal, menenun kain hingga membuat produk turunan yang bisa diproduksi selain kain sutra. Misalnya membuat kerajinan pembuatan boneka.
"Saya sendiri mengelola kerajinan bunga dari kepompong ulat sutra," jelasnya.
Ada paket-paket wisata yang disediakan termasuk juga batasan jumlah pengunjung. Ada paket open house yaitu saat melakukan tur digabung dengan kelompok lain, paket privasi khusus kelompok sendiri, paket kerajinan tangan dan paket mengejar ikan.
Untuk open House per orangnya sitarif Rp 15 ribu, sedangkan untuk yang privat, biayanya Rp 30 ribu per orang dengan minimal jumlah pengunjung 30 orang. Tak hanya ulat sutra, kejar mengejar ikan pun menjadi salah satu agenda di tempat wisata ini. Biayanya Rp 200 ribu/kelompok dengan maksimal peserta 100 orang.
Untuk rute, anda bisa mengambil jalur dari Komplek perumahan Arcamanik (pacuan kuda), kemudian ke SDN Sindanglaya terus melewati Markas Komando Sekolah Calon Bintara, terus menuju Jl Sekesalam hingga akhirnya menemukan penunjuk arah menuju Padepokan Dayang Sumbi.
Siapa tahu berwisata ke tempat ini, akan menimbulkan inspirasi baru dalam hidup anda. Selamat berwisata!
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk



