Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Rabu, 13/01/2010 09:41 WIB
Bakso Nursijan
Baso Tahu dan Siomay Terbesar di Bandung -
Rabu, 13/01/2010 09:14 WIB
Bakso Nursijan
Tetap Sederhana di Usia 40 Tahun -
Rabu, 09/12/2009 11:59 WIB
RM Linggar Jati
Nyamm... Nikmatnya Mie Bakso Babat dan Alpukat Tumbuk -
Rabu, 09/12/2009 09:28 WIB
Berusia Setengah Abad, Mie Bakso Linggar Jati Tetap Setia -
Rabu, 18/11/2009 12:32 WIB
650 Outlet BKS Tersebar di Seluruh Indonesia -
Rabu, 18/11/2009 11:08 WIB
Lebih Mantap Tanpa Kecap dan Saus
Indeks Berita
Rabu, 04/06/2008 08:48 WIB
Mie Kocok SKM dan Cerita Orang Terkenal
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Beragam jajanan berbau mie tersebar di seluruh wilayah Kota Bandung. Begitu pula penggemar menu mie yang tak akan pernah surut, dari mulai bakmi, mie bakso, mie ayam sampai mie kocok.
Menemukan mie kocok tak terlalu sulit di Kota Bandung. Mie yang khas memakai campuran kikil ini dijajakan dari mulai roda yang didorong dari rumah ke rumah sampai menjadi salah satu menu di rumah makan.
Berbicara mie kocok, ini dia empunya mie kocok di Bandung, mie kocok SKM. Mie kocok SKM terletak di Jalan Sunda No 38. Kenapa dikatakan empunya, karena mie kocok SKM bisa dikatakan pionir dalam mempopulerkan mie kocok di Bandung.
Menurut Emi, nama SKM berasal dari nama mendiang ayahnya yang merintis usaha mie kocok pada tahun 1970 yaitu Sukarman.
"Karena pada saat itu baru sedikit yang berjualan mie kocok, jadi dagangan kami laris manis. Pembelinya sampai antre," ujar Emi.
Nama mie kocok SKM tak hanya populer di Bandung saja tetapi sampai pula ke luar Kota Kembang. Pada masa Sudharmono menjabat sebagai wakil presiden RI, mie kocok SKM pernah menjadi sajian makan siang dalam acaranya.
"Menteri-menteri dan artis pun banyak yang datang ke sini," tutur Emi. Setiawan Djody termasuk salah satu artis yang disebutkan Emi sering bertandang ke warungnya.
Mie kocok SKM memakai kulit kaki sapi sebagai campurannya. Selain kulit kaki sapi biasanya mie kocok memakai kulit bagian tubuh sapi yang lain. Bedanya dengan kulit kaki sapi, kulit bagian tubuh sapi yang lain seperti berlendir.
"Dengan adanya lendir membuat rasa menjadi berbeda," jelasnya. Jika belum pernah mencoba, anda bisa menikmati dengan harga Rp 12 ribu per porsinya.(ema/lom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Mie Kocok SKM dan Cerita Orang Terkenal
Ema Nur Arifah - detikBandung

Menemukan mie kocok tak terlalu sulit di Kota Bandung. Mie yang khas memakai campuran kikil ini dijajakan dari mulai roda yang didorong dari rumah ke rumah sampai menjadi salah satu menu di rumah makan.
Berbicara mie kocok, ini dia empunya mie kocok di Bandung, mie kocok SKM. Mie kocok SKM terletak di Jalan Sunda No 38. Kenapa dikatakan empunya, karena mie kocok SKM bisa dikatakan pionir dalam mempopulerkan mie kocok di Bandung.
Menurut Emi, nama SKM berasal dari nama mendiang ayahnya yang merintis usaha mie kocok pada tahun 1970 yaitu Sukarman.
"Karena pada saat itu baru sedikit yang berjualan mie kocok, jadi dagangan kami laris manis. Pembelinya sampai antre," ujar Emi.
Nama mie kocok SKM tak hanya populer di Bandung saja tetapi sampai pula ke luar Kota Kembang. Pada masa Sudharmono menjabat sebagai wakil presiden RI, mie kocok SKM pernah menjadi sajian makan siang dalam acaranya.
"Menteri-menteri dan artis pun banyak yang datang ke sini," tutur Emi. Setiawan Djody termasuk salah satu artis yang disebutkan Emi sering bertandang ke warungnya.
Mie kocok SKM memakai kulit kaki sapi sebagai campurannya. Selain kulit kaki sapi biasanya mie kocok memakai kulit bagian tubuh sapi yang lain. Bedanya dengan kulit kaki sapi, kulit bagian tubuh sapi yang lain seperti berlendir.
"Dengan adanya lendir membuat rasa menjadi berbeda," jelasnya. Jika belum pernah mencoba, anda bisa menikmati dengan harga Rp 12 ribu per porsinya.(ema/lom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk



