Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Berita Lain
-
Kamis, 08/03/2012 09:37 WIB
Berburu Kerajinan Tangan di Pendopo Anjani -
Rabu, 28/12/2011 11:40 WIB
Saung Flow Art, Dari Sampah Hasilkan Uang Melimpah -
Rabu, 28/12/2011 09:25 WIB
Saung Flow Art, Sulap Limbah Sampah Jadi Kerajinan -
Selasa, 22/11/2011 10:20 WIB
Trendi dengan Scraf Multifungsi -
Selasa, 22/11/2011 08:29 WIB
Intip Ragam Jenis Scraf di Mars and Venus -
Selasa, 25/10/2011 10:09 WIB
Thyo Pernik, Tawarkan Aksesori dari Kain yang Anti Iritasi
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Selasa, 27/05/2008 09:15 WIB
Pelancong Malaysia Getol Belanja di Bandung
Ema Nur Arifah - detikBandung
Bandung -
Trademark Bandung sebagai kota wisata belanja tak hanya populer di tanah air tetapi terdengar sampai ke luar negeri. Beberapa kawasan wisata belanja Bandung pun kerap dikunjungi warga asal negeri Jiran, dari mulai FO hingga berkunjung ke sentra sepatu Cibaduyut.
Hal itu diakui Supervisor The Oasis FO, Eri Furqon. Menurut Eri, pengunjungnya banyak yang berasal dari Malaysia. Mereka biasanya datang secara rombongan menggunakan bis.
"Jika dibandingkan antara pembelanjaan orang lokal termasuk Jakarta dan Malaysia, satu pieces orang lokal berbanding satu mobil orang Malaysia," tutur Eri ditemui di kantornya di Jalan RE Martadinata.
Hal serupa dituturkan manager Merdeka Arcade, Jl Merdeka, Dani. Menurut Dani, dari total wisatawan luar Bandung yang belanja ke Merdeka FO, 20 persennya berasal dari Malaysia. "Orang Malaysia lebih banyak membeli barang daripada orang lokal. Sehingga jika wisatawan Malaysia datang harus benar-benar terlayani dengan baik," ujarnya.
Begitupun dengan Cibaduyut, tak sedikit pelajar dan pegawai di Malaysia yang melancong ke kawasan wisata belanja ini. Sepatu-sepatu yang mereka beli pun tak sedikit. Demikian dituturkan Wakil Direktur Grutty Medi Heryanto.
Menurut Medi, liburnya orang Malaysia tidak tentu, berbeda dengan Indonesia. Medi menilai kemudahan dan kemurahan transportasi dari Malaysia ke Indonesia yang membuat mereka rajin datang ke Indonesia. "Biasanya mereka datang 1-2 bis ke sini," tuturnya.
Ditemui ketika sedang belanja, wisatawan asal Malaysia Ani (38) menyatakan bahwa sentra sepatu Cibaduyut memang terkenal di negeri Jiran sana. Itulah yang membuatnya tertarik untuk datang ke Cibaduyut.
Ani yang baru pertama kali datang ke Indonesia dengan sekitar 60 rekannya dari sebuah instansi koperasi di Malaysia. Meski sepatu Cibaduyut tidak original, Ani mengaku tertarik dengan harga sepatunya yang murah.
Ani menambahkan, tempat lain yang akan ditujunya selepas dari Cibaduyut yaitu mengunjungi sentra jeans Cihampelas.
(ema/ern)
Pelancong Malaysia Getol Belanja di Bandung
Ema Nur Arifah - detikBandung
Hal itu diakui Supervisor The Oasis FO, Eri Furqon. Menurut Eri, pengunjungnya banyak yang berasal dari Malaysia. Mereka biasanya datang secara rombongan menggunakan bis.
"Jika dibandingkan antara pembelanjaan orang lokal termasuk Jakarta dan Malaysia, satu pieces orang lokal berbanding satu mobil orang Malaysia," tutur Eri ditemui di kantornya di Jalan RE Martadinata.
Hal serupa dituturkan manager Merdeka Arcade, Jl Merdeka, Dani. Menurut Dani, dari total wisatawan luar Bandung yang belanja ke Merdeka FO, 20 persennya berasal dari Malaysia. "Orang Malaysia lebih banyak membeli barang daripada orang lokal. Sehingga jika wisatawan Malaysia datang harus benar-benar terlayani dengan baik," ujarnya.
Begitupun dengan Cibaduyut, tak sedikit pelajar dan pegawai di Malaysia yang melancong ke kawasan wisata belanja ini. Sepatu-sepatu yang mereka beli pun tak sedikit. Demikian dituturkan Wakil Direktur Grutty Medi Heryanto.
Menurut Medi, liburnya orang Malaysia tidak tentu, berbeda dengan Indonesia. Medi menilai kemudahan dan kemurahan transportasi dari Malaysia ke Indonesia yang membuat mereka rajin datang ke Indonesia. "Biasanya mereka datang 1-2 bis ke sini," tuturnya.
Ditemui ketika sedang belanja, wisatawan asal Malaysia Ani (38) menyatakan bahwa sentra sepatu Cibaduyut memang terkenal di negeri Jiran sana. Itulah yang membuatnya tertarik untuk datang ke Cibaduyut.
Ani yang baru pertama kali datang ke Indonesia dengan sekitar 60 rekannya dari sebuah instansi koperasi di Malaysia. Meski sepatu Cibaduyut tidak original, Ani mengaku tertarik dengan harga sepatunya yang murah.
Ani menambahkan, tempat lain yang akan ditujunya selepas dari Cibaduyut yaitu mengunjungi sentra jeans Cihampelas.
(ema/ern)


Sending your message
