Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Berita Lain
-
Selasa, 06/01/2009 11:19 WIB
Majelis Sastra Bandung
Tingkatkan Gairah Berkarya Para Penyair Muda -
Sabtu, 03/01/2009 13:07 WIB
Merchandise Topang 75 Persen Keuangan Brotherhood -
Sabtu, 03/01/2009 08:59 WIB
Cari Merchandise Brotherhood? Datang Saja ke Braga -
Kamis, 01/01/2009 11:30 WIB
Trilogi Menuju Bandung 200 Tahun -
Kamis, 01/01/2009 09:33 WIB
KPB, Wadah Apresiasi Para Fotografer -
Selasa, 30/12/2008 08:41 WIB
Blogger Peduli Anak Yatim Piatu
Voucher 15 Ribu dan Senyuman Anak-anak
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Rabu, 21/05/2008 09:26 WIB
Crayonpedia Ratakan Pendidikan di Harkitnas
IGOS Center Bandung - detikBandung
Bandung -
Hari Kebangkitan Nasional jatuh di tahun keseratus tepat tanggal 20 Mei tahun ini. Di hari itu pula, lembaran baru kebangkitan nasional coba dirintis kembali oleh generasi masa kini. Salah satu momen penting dibukanya lembaran baru ini adalah dengan diluncurkannya Crayonpedia.org di Gedung Serba Guna Masjid Salman, ITB, Bandung.
Dihadiri oleh lebih dari 200 orang guru yang peduli terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, Crayonpedia.org diyakini dapat menyelesaikan permasalahan dunia pendidikan berkaitan dengan pengadaan materi ajar. Karena selain terbuka (open) seperti Wikipedia, portal ini juga bebas (free) untuk diakses oleh siapa saja yang ingin belajar.
"Konsep dan teknologi yang digunakan Crayonpedia sama dengan Wikipedia. Perbedaannya terletak dari sisi kontennya yang lebih disesuaikan untuk kebutuhan bahan ajar siswa di sekolah," tutur Hemat Dwi Nuryanto, Pendiri dan Chairman Crayonpedia Initiative, saat membuka Soft Launching Crayonpedia, Selasa (20/05/2008).
Lebih lanjut lagi Hemat mengatakan, Crayonpedia disusun berdasarkan kurikulum yang berlaku secara nasional saat ini dan dibagi berdasarkan tingkatan jenjang pendidikan di Indonesia, dari mulai SD hingga perguruan tinggi dan pelatihan berskala internasional.
Siswa menerima ilmu sesuai dengan porsi belajarnya. Lebih dari itu, siswa pun bisa lebih giat belajar dan lebih mudah mengerti bahan ajar. Karena Crayonpedia juga menyediakan simulasi multimedia untuk meningkatkan pemahaman siswa. Model pengembangan kontennya pun sama seperti Wikipedia, yaitu diserahkan kembali ke masyarakat dengan memanfaatkan budaya gotong royong ciri khas bangsa Indonesia.
Berkaitan dengan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah, Hemat berharap Crayonpedia dapat dikolaborasikan dengan Jardiknas. Karena selama ini Jardiknas telah mempunyai infrastruktur hingga ke sekolah-sekolah. Tinggal kontennya yang belum terwujud. Apabila konsep kolaborasi Jardiknas-Crayonpedia dapat terlaksana, maka kesenjangan materi ajar antar daerah di Indonesia, dapat teratasi dan pendidikan berkualitas merata di seluruh pelosok nusantara bukan lagi impian.
Tentang CrayonPedia
Crayonpedia merupakan singkatan dari Create Your Open Education Encyclopedia yang memiliki makna sebagai tempat pembuatan dan penyajian konten pendidikan yang terbuka (Open Education Content Authoring and Presenting). Portal yang beralamat di www.crayonpedia.org ini, setidaknya memiliki 5 tujuan utama, yaitu: Menyediakan wahana pembelajaran yang terjangkau dan berkualitas, Mendorong pengembangan kurikulum dan materi kelas dunia, Menyediakan wahana pelestarian kurikulum dan materi penting dan langka, Meningkatkan dan memeratakan kesejahteraan guru dan dosen, dan Membantu difable tuna netra mempelajari iptek dengan mudah.
Ketersediaan konten di Crayonpedia bertumpu pada murid, guru, dan masyarakat luas. siapapun yang tertarik dengan kualitas dan kuantitas pendidikan di Indonesia, dapat membantu mengisi konten Crayonpedia. Mirip dengan Wikipedia, Crayonpedia membuat orang bisa dengan mudah menambahkan dan mensunting konten halaman. Proses pengontrolan pun dilakukan dengan mengacu kepada kebijakan editorial yang bersifat neutral point of view, yaitu mempertahankan pandangan netral atau independen sehingga kontrol tetap ada pada masyarakat.
Dengan didukung oleh IGOS (Indonesia Go Open Source) Center Bandung, Zamrud Technology, Institut Teknologi Bandung, dan Salman ITB, Crayonpedia akan terus dikembangkan sehingga diharapkan dapat mempunyai fasilitas berupa kamus, buku, teks, sitiran online, dan panduan digital untuk pendidikan. Harapan yang terbesar dari pengembangan Crayonpedia adalah integrasi dengan teknologi text to speech berbahasa Indonesia yang dimiliki oleh salah satu pendiri. Sehingga portal ini juga berpeluang untuk membantu difable tuna netra dalam proses belajar.
Guru Masih Gaptek
Biarpun permasalahan materi ajar bisa diatasi dengan Crayonpedia, bukan berarti teknologi ini tidak mengalami kendala dalam pengaplikasiannya. Kendala yang utama adalah masih banyaknya guru yang gagap teknologi alias gaptek dalam menggunakan komputer.
"Dari sisi ilmu dan metode mengajar, guru sudah cukup matang. Tapi yang menjadi masalah utama, guru masih gaptek," tutur Totok Siswantara, Wakil Direktur Public Communication Crayonpedia Initiative yang ditemui seusai acara soft launching di sekretariat Crayonpedia Initiative, Lantai 2 gedung Salman ITB Business Center. Meskipun begitu, pihaknya kini mulai mencoba membuka kursus komputer bagi guru untuk mengakomodasi kebutuhan pengetahuan teknologi informasi dan komputer guru-guru di Bandung.(lom/lom)
Crayonpedia Ratakan Pendidikan di Harkitnas
IGOS Center Bandung - detikBandung
Dihadiri oleh lebih dari 200 orang guru yang peduli terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, Crayonpedia.org diyakini dapat menyelesaikan permasalahan dunia pendidikan berkaitan dengan pengadaan materi ajar. Karena selain terbuka (open) seperti Wikipedia, portal ini juga bebas (free) untuk diakses oleh siapa saja yang ingin belajar.
"Konsep dan teknologi yang digunakan Crayonpedia sama dengan Wikipedia. Perbedaannya terletak dari sisi kontennya yang lebih disesuaikan untuk kebutuhan bahan ajar siswa di sekolah," tutur Hemat Dwi Nuryanto, Pendiri dan Chairman Crayonpedia Initiative, saat membuka Soft Launching Crayonpedia, Selasa (20/05/2008).
Lebih lanjut lagi Hemat mengatakan, Crayonpedia disusun berdasarkan kurikulum yang berlaku secara nasional saat ini dan dibagi berdasarkan tingkatan jenjang pendidikan di Indonesia, dari mulai SD hingga perguruan tinggi dan pelatihan berskala internasional.
Siswa menerima ilmu sesuai dengan porsi belajarnya. Lebih dari itu, siswa pun bisa lebih giat belajar dan lebih mudah mengerti bahan ajar. Karena Crayonpedia juga menyediakan simulasi multimedia untuk meningkatkan pemahaman siswa. Model pengembangan kontennya pun sama seperti Wikipedia, yaitu diserahkan kembali ke masyarakat dengan memanfaatkan budaya gotong royong ciri khas bangsa Indonesia.
Berkaitan dengan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah, Hemat berharap Crayonpedia dapat dikolaborasikan dengan Jardiknas. Karena selama ini Jardiknas telah mempunyai infrastruktur hingga ke sekolah-sekolah. Tinggal kontennya yang belum terwujud. Apabila konsep kolaborasi Jardiknas-Crayonpedia dapat terlaksana, maka kesenjangan materi ajar antar daerah di Indonesia, dapat teratasi dan pendidikan berkualitas merata di seluruh pelosok nusantara bukan lagi impian.
Tentang CrayonPedia
Crayonpedia merupakan singkatan dari Create Your Open Education Encyclopedia yang memiliki makna sebagai tempat pembuatan dan penyajian konten pendidikan yang terbuka (Open Education Content Authoring and Presenting). Portal yang beralamat di www.crayonpedia.org ini, setidaknya memiliki 5 tujuan utama, yaitu: Menyediakan wahana pembelajaran yang terjangkau dan berkualitas, Mendorong pengembangan kurikulum dan materi kelas dunia, Menyediakan wahana pelestarian kurikulum dan materi penting dan langka, Meningkatkan dan memeratakan kesejahteraan guru dan dosen, dan Membantu difable tuna netra mempelajari iptek dengan mudah.
Ketersediaan konten di Crayonpedia bertumpu pada murid, guru, dan masyarakat luas. siapapun yang tertarik dengan kualitas dan kuantitas pendidikan di Indonesia, dapat membantu mengisi konten Crayonpedia. Mirip dengan Wikipedia, Crayonpedia membuat orang bisa dengan mudah menambahkan dan mensunting konten halaman. Proses pengontrolan pun dilakukan dengan mengacu kepada kebijakan editorial yang bersifat neutral point of view, yaitu mempertahankan pandangan netral atau independen sehingga kontrol tetap ada pada masyarakat.
Dengan didukung oleh IGOS (Indonesia Go Open Source) Center Bandung, Zamrud Technology, Institut Teknologi Bandung, dan Salman ITB, Crayonpedia akan terus dikembangkan sehingga diharapkan dapat mempunyai fasilitas berupa kamus, buku, teks, sitiran online, dan panduan digital untuk pendidikan. Harapan yang terbesar dari pengembangan Crayonpedia adalah integrasi dengan teknologi text to speech berbahasa Indonesia yang dimiliki oleh salah satu pendiri. Sehingga portal ini juga berpeluang untuk membantu difable tuna netra dalam proses belajar.
Guru Masih Gaptek
Biarpun permasalahan materi ajar bisa diatasi dengan Crayonpedia, bukan berarti teknologi ini tidak mengalami kendala dalam pengaplikasiannya. Kendala yang utama adalah masih banyaknya guru yang gagap teknologi alias gaptek dalam menggunakan komputer.
"Dari sisi ilmu dan metode mengajar, guru sudah cukup matang. Tapi yang menjadi masalah utama, guru masih gaptek," tutur Totok Siswantara, Wakil Direktur Public Communication Crayonpedia Initiative yang ditemui seusai acara soft launching di sekretariat Crayonpedia Initiative, Lantai 2 gedung Salman ITB Business Center. Meskipun begitu, pihaknya kini mulai mencoba membuka kursus komputer bagi guru untuk mengakomodasi kebutuhan pengetahuan teknologi informasi dan komputer guru-guru di Bandung.(lom/lom)


Sending your message