Berita Lain

Indeks Berita

Rabu, 02/04/2008 08:36 WIB
Aneka Rasa Olahan Kambing di Warung Pak Gino
Ema Nur Arifah - detikBandung



Bandung - Untuk para penggemar daging kambing, tingginya tingkat kolesterol yang berada di setiap serat lapisan daging tak lagi masalah. Selain dagingnya, tulang kambing yang berisi sumsum pun akan tetap disantap.

Kenikmatan menyedot sumsum dalam tulang itulah yang mungkin membuat makanan yang satu ini memiliki penggemar yang tak sedikit. Gule tulang, salah satu menu yang meramaikan Warung sate Pak Gino Sidareja sejak lima tahun terakhir.

Kuah gule, kuah biasa seperti umumnya gule yang berisi daging, jeroan dan lain-lain. Hanya saja, gule tulang adalah tulang-tulang kaki kambing yang dicampur dengan kuah gule. Menurut Gita, tulang direbus terlebih dahulu selama dua jam sampai daging yang berada di sekeliling tulang empuk. Satu porsi besar kuah gule seharga Rp 15 ribu akan begitu nikmat disantap dengan nasi putih yang juga mengepul hangat.

Gita menuturkan, para pelanggannya mengatakan kenikmatan gule tulang ini terletak pada saat menyedot sumsum dan mengerogoti daging tipis yang melapisi tulang. "Banyak pengunjung yang memesan gule tulang, menurut mereka nikmatnya terasa ketika menyedot sumsum yang ada di dalam tulang," ungkap Gita, pengelola Warung Sate Pak Gino sekaligus menantu.

Tak hanya gule, seperti namanya Warung Sate Pak Gino, menu utama warung ini adalah sate, terutama sate kambing. Meskipun nama warungnya berujung dengan nama Sidareja, tak berarti makanan di tempat ini asli Sidareja. Sidareja merupakan daerah asal sang pemilik yang dipanggil Pak Gino. Satenya sendiri merupakan sate khas Klaten yang kemudian kembali diracik dengan kreatifitas yang berbeda.

Menurut Gita, Pak Gino yang sebelumnya bekerja di salah satu warung sate khas Klaten di Bandung memutuskan untuk membuka usaha sendiri pada 1978. Bermula dari warung tenda bongkar pasang yang hanya memuat 1-2 meja untuk makan. Warung ini dibuka dari pukul 17.00 - 24.00 WIB.

Tahun berganti tahun pelanggan Warung Sate Pak Gino kian meningkat hingga tempat yang asalnya warung tenda ini kini menampung 150 orang lebih pengunjung. Warung Pak Gino pun dibuka dari mulai pukul 09.00 - 24.00 WIB. Namun menurut Gita, karena masih adanya beberapa pelanggan yang makan pada lewat tengah malam, sejak lima hari yang lalu warung ini dibuka sampai pkl. 02.00 WIB dini hari.

"Baru setahun ini warung diperluas dengan tiga bagian ruangan," ungkap Gita. Gita menyebutkan selain ruang depan, ada juga ruangan atas dan bagian dalam yang masih dalam tahap renovasi. Warung Pak Gino berada di Jl Sunda No 78 berada tepat di samping lintasan kereta api di Jl Sunda. Dari kejauhan, nama warung ini sudah bisa terlihat.

Bertahannya warung ini hingga sekarang diungkapkan Gita karena kualitas. "Kualitas citarasa yang terus dipertahankan," ujarnya. Selain itu keramahan dan kecepatan pelayanan menjadi kelebihan lain yang ditawarkan warung ini.

Pilihan sate selain sate kambing ada sate sapi yang masing-masing seharga Rp. 20 ribu per 10 tusuk. Sate ayam Rp. 17 ribu, sate buntel Rp 24 ribu sebanyak empat tusuk, semua sate disajikan dengan menggunakan hotplate. Selain itu bisa menikmati tongseng, nasi goreng kambing dan aneka minuman menyegarkan lainnya.

Gita mengungkapkan, di hari biasa pelanggan cukup ramai di saat waktu makan siang hingga pkl. 15.00 WIB. Barulah selepas maghrib hingga larut malam warung Pak Gino dipenuhi pelanggan yang kebanyakan adalah mahasiswa. Ketika akhir pekan datang, takusah diragukan lagi berapa banyak pelanggan yang datang terutama dari Jakarta. Tak hanya ruang depan, ruangan atas pun dipenuhi oleh orang yang ingin bersantap di Warung Sate Pak Gino Sidareja.

Pak Gino memberikan resep usahanya yang bisa bertahan sampai saat ini. Dia mengungkapkan untuk mempertahankan kualitas dirinya masih sering mencicipi racikan masakan para kokinya agar tidak rasa tak berubah. Seringkali dia menanyakan pendapat para pelanggan mengenai rasa makanannya. "Kepuasan konsumen adalah pelayanan utama kami," ucap Gita berseri-seri.(ema/twi)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Foto Lain


Baca juga :