Berita Lain

Indeks Berita

Sabtu, 22/03/2008 17:30 WIB
Wisata Berkuda Taman Cilaki Kebanjiran Pengunjung
Ema Nur Arifah - detikBandung



Bandung - Keuntungan akhir pekan panjang tak hanya berimbas pada para pengusaha fesyen dan kuliner. Seperti satu paket, usaha rekreasi pun ikut mencicipi. Wisata berkuda di kawasan Taman Cilaki, Jl Cilaki misalnya. Di mana biasanya beroperasi hanya Sabtu dan Minggu, pekan ini sudah dibuka sejak Kamis (20/3/2008). Hasilnya, pendapatan para penjual jasa berkuda pun naik lebih dari 100 persen.

Salah seorang tukang kuda, Ade (40) mengatakan pengunjung mengalami peningkatan sejak sejak Kamis. "Dari hari Kamis pengunjung sudah ramai," ujarnya saat ditemui detikbandung sedang menunggu penumpang, Sabtu (22/3/2008).

Ade yang sudah dua tahun menjadi tukang kuda tunggang di Taman Cilaki mengungkapkan, biasanya pendapatan per harinya Rp 200 ribu, kini bisa mencapai Rp 400 ribu. Satu putaran mengelilingi Taman Cilaki di kenakan tarif Rp 5 ribu. Menurutnya, minimal satu orang pengunjung bisa melakukan lima kali putaran. "Bahkan, ada yang sampai 20 kali putaran dengan bayaran Rp 100 ribu," tuturnya.

Menurut Ade yang sehari-harinya berprofesi sebagai petani di Lembang, pada Jumat (21/3/2008), Taman Cilaki lebih ramai oleh pengunjung. "Antara kuda dan mobil sampai berdesak-desakan," ujar Ade. Menurutnya, hal itu dikarenakan pengunjung dari luar kota sudah mulai pulang ke kotanya masing-masing. "Mungkin hari Minggu akan kembali sepi," tuturnya.

Ade mengaku, dia menunggang kudanya sendiri dari Lembang. Selama dua hari ini, ungkap Ade, dirinya bermalam di Taman Maluku dan baru akan pulang ke Lembang hari Minggu.

Selain wisata kuda tunggang, di Taman Cilaki tetapi ada juga wisata andong atau delman dan becak mini. Pengusaha Delman, Sutardi (63) pun mengungkapkan, pendapatannya memiliki peningkatan sejak Kamis lalu. Jika biasanya dia mendapatkan Rp 100 ribu, kini naik menjadi Rp 200-250 ribu per harinya. "Alhamdulillah, pendapatan menjadi lebih dari biasanya," tutur Sutardi yang ditemui sedang menghitung uang di atas delmannya.

Berbeda dengan kuda tunggang, delman bisa dinaiki oleh 4-5 orang sekali putaran. Untuk setiap putaran dikenakan tarif Rp 10-15 ribu, tergantung dari rute putaran.

Sutardi yang berasal dari Dago ini mengaku tak memiliki pekerjaan lain selain menjadi tukang delman di Taman Cilaki setiap akhir pekan. "Sehari-hari saya di rumah saja," ungkapnya.(ema/lom)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Foto Lain


Baca juga :