Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Selasa, 24/11/2009 13:15 WIB
Pengajar Sosiologi Bikin Wadah Mandiri -
Selasa, 24/11/2009 12:39 WIB
Mahasiswa ITB Tak Tahu Akhmaloka Jadi Rektor yang Baru -
Selasa, 24/11/2009 12:18 WIB
Meninggal di Gedung Sate
Pemprov Akan Buat Ruangan Khusus Bagi Cleaning Service -
Selasa, 24/11/2009 11:45 WIB
BEM se-Bandung Raya Nilai SBY Tidak Tegas -
Selasa, 24/11/2009 11:02 WIB
Meninggal di Gedung Sate
Pemprov Jabar Akan Larang Pegawai Tidur di Gedung Sate -
Selasa, 24/11/2009 10:46 WIB
Meninggal di Gedung Sate
Pemprov Tak Beri Santunan Kematian Bagi Nursasih
Indeks Berita
Kamis, 20/03/2008 13:22 WIB
55 Pengamen dan Preman 'Nikmati' Libur Bersama Polwiltabes
Haska Fikri Tauhid - detikBandung

Bandung -
Ketika masyarakat mulai menikmati hari pertama libur akhir pekan, para pengamen dan preman harus kejar-kejaran dengan petugas kepolisian. Razia ini dilakukan di beberapa wilayah Bandung yang menjadi sarang pengamen dan preman.
Razia mulai dilakukan sejak pukul 08.00 WIB, di bawah pimpinan Kasat Samakta Polwitabes Bandung, AKBP Sonny Handoko. Beberapa kawasan yang disapu oleh petugas adalah daerah Dago, Leuwi Panjang, Riau, Rajawali, Sudirman, Pasir Koja dan Kopo. Selama 4 jam, petugas berhasil menjaring 55 pengamen dan preman yang dianggap meresahkan dan mengganggu ketertiban masyarakat.
Mereka dibina dan diberi peringatan agar tidak beroperasi lagi. Terhitung hampir 14 pengamen dan preman yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sebagian besar dari mereka berasal dari daerah Cimahi dan Soekarno-Hatta.
"Polisi akan menindaktegas pengamen dan preman yang sudah terdata di Polwitabes bila mereka masih nakal dan meresahkan masyarakat," tutur Sonny pada detikbandung, Kamis (20/3/2008).
Setelah diberikan peringatan, semua pengamen dan preman tersebut baik yang memiliki KTP maupun yang tidak memiliki KTP dipulangkan kembali. Menurut Sonny, polisi belum memilik barang bukti yang absolut untuk menindak mereka.
(twi/twi)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
55 Pengamen dan Preman 'Nikmati' Libur Bersama Polwiltabes
Haska Fikri Tauhid - detikBandung

Razia mulai dilakukan sejak pukul 08.00 WIB, di bawah pimpinan Kasat Samakta Polwitabes Bandung, AKBP Sonny Handoko. Beberapa kawasan yang disapu oleh petugas adalah daerah Dago, Leuwi Panjang, Riau, Rajawali, Sudirman, Pasir Koja dan Kopo. Selama 4 jam, petugas berhasil menjaring 55 pengamen dan preman yang dianggap meresahkan dan mengganggu ketertiban masyarakat.
Mereka dibina dan diberi peringatan agar tidak beroperasi lagi. Terhitung hampir 14 pengamen dan preman yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sebagian besar dari mereka berasal dari daerah Cimahi dan Soekarno-Hatta.
"Polisi akan menindaktegas pengamen dan preman yang sudah terdata di Polwitabes bila mereka masih nakal dan meresahkan masyarakat," tutur Sonny pada detikbandung, Kamis (20/3/2008).
Setelah diberikan peringatan, semua pengamen dan preman tersebut baik yang memiliki KTP maupun yang tidak memiliki KTP dipulangkan kembali. Menurut Sonny, polisi belum memilik barang bukti yang absolut untuk menindak mereka.
(twi/twi)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




