Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,771.000
-
Rp 472.000
Berita Lain
-
Rabu, 16/05/2012 17:54 WIB
Pengembalian Rp 5 Miliar Jadi Pertimbangan Pengalihan Tahanan -
Rabu, 16/05/2012 17:36 WIB
Grup Pecinta Lagu dan PSM Unpad Gelar Konser Kolaborasi -
Rabu, 16/05/2012 17:21 WIB
Sidang KIP Jabar, Setda dan Disdik Divonis 'Bersalah' -
Rabu, 16/05/2012 16:22 WIB
Rumah Renovasi Ambruk di Pasirkoja, 2 Pekerja Nyaris Tertimbun -
Rabu, 16/05/2012 16:09 WIB
Hakim Tipikor Alihkan Status Tahanan Lima Terdakwa Bansos -
Rabu, 16/05/2012 16:00 WIB
100 Vendor Pernikahan Hadir di Pusdai
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Minggu, 09/03/2008 12:26 WIB
Jika Tertangkap, Ojek Makanan akan Ditahan di IPDN
Andrian Fauzi - detikBandung
Bandung - Ternyata menjadi ojek makanan atau penghubung antara praja IPDN dengan pedagang di luar kampus beresiko tinggi. Jika tertangkap basah oleh pengasuh atau petugas keamanan, alih-alih mendapatkan tips dari praja, malah ditahan di Pos Keamanan.
Selama ini, lembaga IPDN hanya memperbolehkan praja makan yang disediakan di kampus. Jika mereka bosan dengan menu kampus, mereka diperbolehkan makan di kantin IPDN. Namun, mereka dilarang membeli makanan di luar kampus, terlebih malam hari. Karenanya, banyak praja IPDN yang memanfaatkan jasa ojek makanan yang berasal dari warga sekitar.
Ternyata resiko yang dihadapi oleh ojek makanan ini cukup besar. Jika ketangkap basah oleh pengasuh atau petugas keamanan dalam IPDN mereka bisa dihukum. "Pernah satu orang ojek makanan ketangkap. Selain orangnya diamankan, makanan yang jadi pesanan praja juga ikut diamankan. Orangnya ditahan di pos keamanan," kata pedagang nasi goreng yang biasa mangkal di samping Masjid IPDN, Sobiri, kepada detikabandung, Minggu dini hari (9/3/2008).
Sementara Plt Rektor IPDN Johanis Kaloh mengatakan larangan orang luar masuk ke lingkungan IPDN apalagi ke barak, untuk keamanan lingkungan kampus. Dia mengungkapkan sering terjadi kasus pencurian di lingkungan kampus. Karenanya, lembaga membatasi orang asing keluar masuk kampus.
(ern/ern)
Jika Tertangkap, Ojek Makanan akan Ditahan di IPDN
Andrian Fauzi - detikBandung
Bandung - Ternyata menjadi ojek makanan atau penghubung antara praja IPDN dengan pedagang di luar kampus beresiko tinggi. Jika tertangkap basah oleh pengasuh atau petugas keamanan, alih-alih mendapatkan tips dari praja, malah ditahan di Pos Keamanan.
Selama ini, lembaga IPDN hanya memperbolehkan praja makan yang disediakan di kampus. Jika mereka bosan dengan menu kampus, mereka diperbolehkan makan di kantin IPDN. Namun, mereka dilarang membeli makanan di luar kampus, terlebih malam hari. Karenanya, banyak praja IPDN yang memanfaatkan jasa ojek makanan yang berasal dari warga sekitar.
Ternyata resiko yang dihadapi oleh ojek makanan ini cukup besar. Jika ketangkap basah oleh pengasuh atau petugas keamanan dalam IPDN mereka bisa dihukum. "Pernah satu orang ojek makanan ketangkap. Selain orangnya diamankan, makanan yang jadi pesanan praja juga ikut diamankan. Orangnya ditahan di pos keamanan," kata pedagang nasi goreng yang biasa mangkal di samping Masjid IPDN, Sobiri, kepada detikabandung, Minggu dini hari (9/3/2008).
Sementara Plt Rektor IPDN Johanis Kaloh mengatakan larangan orang luar masuk ke lingkungan IPDN apalagi ke barak, untuk keamanan lingkungan kampus. Dia mengungkapkan sering terjadi kasus pencurian di lingkungan kampus. Karenanya, lembaga membatasi orang asing keluar masuk kampus.
(ern/ern)


Sending your message