Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Rabu, 10/03/2010 10:46 WIB
Sepatu Seba
Buatan Lokal Disangka Impor -
Selasa, 23/02/2010 09:25 WIB
Ambulans Jadi Media Promo -
Selasa, 23/02/2010 08:57 WIB
Brader Hut yang Laki Banget! -
Rabu, 10/02/2010 11:14 WIB
Baby Bone
Ditaksir Orang Dewasa -
Rabu, 10/02/2010 09:56 WIB
Baby Bones
Sindir Orang Tua Lewat Desain -
Rabu, 10/02/2010 09:15 WIB
Baby Bones
Niat untuk Anak Sendiri, Malah Jadi Clothing Beneran
Indeks Berita
Kamis, 06/03/2008 07:46 WIB
Southland Bikers Clothes, Tampilkan Tengkorak Bertopi
Baban Gandapurnama - detikBandung

Bandung -
Clothing satu ini lebih spesifik. Ragam produk yang terpajang di Southland Bikers Clothes memang sengaja tertuju ke para penggemar motor gede. "Southland punya pasar tersendiri, yaitu komunitas bikers. Tapi siapapun boleh berbelanja," ujar Erwin (40), pengelola clothing yang berlokasi di Jalan Talaga Bodas No.63 ini.
Dia menambahkan, walau gerai ini belum berjalan setahun, ia meyakini bisnisnya berpeluang cerah. Selain memproduksi buatan sendiri, Southland pun menerima sistem titip jual dari clothing lainnya. Namun, Erwin memilih produk clothing lain yang satu konsep dengan Southland. Di tempat ini, ragam produk yang tersedia di antaranya, kaos, topi, dompet, cincin, pin, syal, dan aksesoris lainnya. Untuk kaos berkisar 75 hingga 90 ribu rupiah. Syal dibandrol 50 ribu rupiah. Dompet kulit dihargai 125 hingga 140 ribu rupiah.
Saat ditanya,apa ciri khas dari produk Southland, Erwin menjawab dengan nada kalem. "Karakter atau desain gambar, saya tampilkan si tengkorak bertopi. Tengkorak memang identik dengan komunitas bikers. Saya punya makna lain, bikers bersepakat menjalin persaudaraan dengan siapapun. Semua bersaudara. Jadi, siap bersaudara hingga akhir hayat atau jadi tengkorak (tulang belulang, red)," jelas pria berambut pendek ini.
Erwin mengakui, kaos bergambar tengkorak bertopi menjadi selling point bisnisnya. Kaos ini laris manis di kalangan bikers. "Clothing yang saya usung memiliki pasar tersendiri dan konsumen setia. Makanya, nuansa bikers begitu kental di Southland," tuturnya.
Tembok ruangan bercat merah dan hitam di tempat ini, memberi kesan tegas. Ya, hal tersebut seolah mewakili identitas para bikers. Gambar-gambar kepala tengkorak berukuran besar setia menghiasi tembok. Interior ruangan sengaja direka dinamis dan sedap dipandang. Lampu pijar serta konsep suasana ruangan yang modern, memberi kesan nan mempesona. Selain itu, produk yang dijual pun terpajang rapi di etalase dan gantungan baju.
Setiap harinya, clothing ini buka mulai pukul 9 pagi hingga 9 malam. Dengan ruangan ber-ac serta interior ruangan yang enak dipandang, tempat ini memberikan nuansa nyaman bagi pengunjung yang datang. Ia menambahkan, sang pembelinya saat ini tak hanya kalangan bikers dari Bandung saja. "Peminat produk buatan Southland berasal dari Cianjur, Jakarta hingga Semarang,"ungkapnya kepada detikbandung.
Selain itu, selain menjual di tempat, rupanya Southland berinisiatif memasarkan produk bergaya jemput bola. Biasanya, kala weekend ada mobil khusus yang nangkring dikerumunan orang atau lokasi strategis di Bandung. "Istilahnya, saya sebut mobil berjalan. Di mobil itu terpajang produk atribut bikers ala Southland. Biasanya, mobil tersebut berada di tempat-tempat keramaian. Ini pun untuk meraih konsumen dari Jakarta yang setiap weekend berkunjung ke Bandung," pungkas Erwin.(bbn/afz)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Southland Bikers Clothes, Tampilkan Tengkorak Bertopi
Baban Gandapurnama - detikBandung

Dia menambahkan, walau gerai ini belum berjalan setahun, ia meyakini bisnisnya berpeluang cerah. Selain memproduksi buatan sendiri, Southland pun menerima sistem titip jual dari clothing lainnya. Namun, Erwin memilih produk clothing lain yang satu konsep dengan Southland. Di tempat ini, ragam produk yang tersedia di antaranya, kaos, topi, dompet, cincin, pin, syal, dan aksesoris lainnya. Untuk kaos berkisar 75 hingga 90 ribu rupiah. Syal dibandrol 50 ribu rupiah. Dompet kulit dihargai 125 hingga 140 ribu rupiah.
Saat ditanya,apa ciri khas dari produk Southland, Erwin menjawab dengan nada kalem. "Karakter atau desain gambar, saya tampilkan si tengkorak bertopi. Tengkorak memang identik dengan komunitas bikers. Saya punya makna lain, bikers bersepakat menjalin persaudaraan dengan siapapun. Semua bersaudara. Jadi, siap bersaudara hingga akhir hayat atau jadi tengkorak (tulang belulang, red)," jelas pria berambut pendek ini.
Erwin mengakui, kaos bergambar tengkorak bertopi menjadi selling point bisnisnya. Kaos ini laris manis di kalangan bikers. "Clothing yang saya usung memiliki pasar tersendiri dan konsumen setia. Makanya, nuansa bikers begitu kental di Southland," tuturnya.
Tembok ruangan bercat merah dan hitam di tempat ini, memberi kesan tegas. Ya, hal tersebut seolah mewakili identitas para bikers. Gambar-gambar kepala tengkorak berukuran besar setia menghiasi tembok. Interior ruangan sengaja direka dinamis dan sedap dipandang. Lampu pijar serta konsep suasana ruangan yang modern, memberi kesan nan mempesona. Selain itu, produk yang dijual pun terpajang rapi di etalase dan gantungan baju.
Setiap harinya, clothing ini buka mulai pukul 9 pagi hingga 9 malam. Dengan ruangan ber-ac serta interior ruangan yang enak dipandang, tempat ini memberikan nuansa nyaman bagi pengunjung yang datang. Ia menambahkan, sang pembelinya saat ini tak hanya kalangan bikers dari Bandung saja. "Peminat produk buatan Southland berasal dari Cianjur, Jakarta hingga Semarang,"ungkapnya kepada detikbandung.
Selain itu, selain menjual di tempat, rupanya Southland berinisiatif memasarkan produk bergaya jemput bola. Biasanya, kala weekend ada mobil khusus yang nangkring dikerumunan orang atau lokasi strategis di Bandung. "Istilahnya, saya sebut mobil berjalan. Di mobil itu terpajang produk atribut bikers ala Southland. Biasanya, mobil tersebut berada di tempat-tempat keramaian. Ini pun untuk meraih konsumen dari Jakarta yang setiap weekend berkunjung ke Bandung," pungkas Erwin.(bbn/afz)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk



