Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Rabu, 17/03/2010 09:51 WIB
Taman Bacaan Embun
Ribuan Pelanggan Didata Secara Manual -
Rabu, 17/03/2010 09:33 WIB
Taman Bacaan Embun
Dirintis Enggi Sejak Kelas 4 SD -
Rabu, 24/02/2010 10:06 WIB
Bermain Skateboard Sampai Pagi -
Rabu, 24/02/2010 09:01 WIB
Saat Trotoar Jadi Arena Skateboard -
Jumat, 29/01/2010 14:27 WIB
Wuss..!! Pesawat Melayang Setinggi 50 Meter -
Kamis, 28/01/2010 15:40 WIB
Rangkul Komunitas Sepeda Tua
Indeks Berita
Selasa, 04/03/2008 10:11 WIB
Sendok Garpu Disulap Jadi Miniatur Motor Gede
Pratiwi Ester Novita Manik - detikBandung

Bandung -
Sendok garpu ternyata tidak hanya dapat digunakan untuk alat makan sehari-hari. Dari tumpukan sendok dan garpu bekas, satu komunitas di Jalan Karawitan 9 Bandung, Jabar Enterpreneur Community (JEC), menghasilkan sebuah karya yang belum ada di tempat lain.
Ide awal miniatur motor gede yang diberi nama K9 ini berawal dari kreativitas Rodiadi dan Nano S. Hasrat untuk menghasilkan satu karya yang unik dari bahan yang unik, mengiring mereka pada pemanfaatan sendok dan garpu bekas.
Meski sendok dan garpu bekas, jenis yang digunakan tidak sembarangan. Menurut Rodiadi, jenis yang digunakan adalah sendok dan garpu Cina. Jenis ini mempunyai tekstur yang lembut dan lebih efektif untuk dikreasikan. Bahan stainless sendok membuatnya tidak mudah karatan, serta perawatannya pun sederhana.
"Cukup dengan permis dan semir," tutur Rodiadi.
Pembuatan miniatur ini diakui keduanya, tidak terlalu rumit. Dalam satu hari mereka dapat memproduksi 2 buah miniatur motor gede. Bahan yang digunakan sekitar enam setengah lusin sendok dan garpu. Alat-alat yang digunakan tidak ubahnya pertukangan, misalnya palu, tang, obeng, kikir, gunting dan lain-lain.
Model miniatur yang dihasilkan, ungkap Rodiadi, merupakan hasil kreasi mereka sendiri. Jadi mereka tidak meniru jenis motor tertentu.
"Kami hanya bermodalkan pengamatan sehari-hari pada motor gede yang lewat, selebihnya ya ide sendiri," tutur Nano.
Hingga kini miniatur motor gede yang dihasilkan terbagi dalam dua jenis, yakni motor classic dan custom. Keduanya memiliki ciri khas masing-masing. Misalnya untuk yang classic, ukuran motor lebih panjang.
Menampung kreativitas keduanya, ketua JEC, Ari Alisyahbana kemudian turut membantu mengembangkan. Rencananya produksi miniatur akan dibuat terbatas.
"Jika dibuat limited edition, ada nilai kelangkaannya," ungkap Ari.
Meski baru berjalan setengah bulan, respon dari masyarakat khususnya pecinta motor gede sangat antusias. Tidak hanya warga Bandung, Ari mengemukakan ada warga Bali yang berminat untuk membeli karya ini. Harga dari miniatur ini sendiri ditawarkan sekitar Rp 300 ribuan.
Namun bagi konsumen harus bersabar dulu, produk ini baru akan mereka launching pada bulan April.
(twi/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Sendok Garpu Disulap Jadi Miniatur Motor Gede
Pratiwi Ester Novita Manik - detikBandung

Ide awal miniatur motor gede yang diberi nama K9 ini berawal dari kreativitas Rodiadi dan Nano S. Hasrat untuk menghasilkan satu karya yang unik dari bahan yang unik, mengiring mereka pada pemanfaatan sendok dan garpu bekas.
Meski sendok dan garpu bekas, jenis yang digunakan tidak sembarangan. Menurut Rodiadi, jenis yang digunakan adalah sendok dan garpu Cina. Jenis ini mempunyai tekstur yang lembut dan lebih efektif untuk dikreasikan. Bahan stainless sendok membuatnya tidak mudah karatan, serta perawatannya pun sederhana.
"Cukup dengan permis dan semir," tutur Rodiadi.
Pembuatan miniatur ini diakui keduanya, tidak terlalu rumit. Dalam satu hari mereka dapat memproduksi 2 buah miniatur motor gede. Bahan yang digunakan sekitar enam setengah lusin sendok dan garpu. Alat-alat yang digunakan tidak ubahnya pertukangan, misalnya palu, tang, obeng, kikir, gunting dan lain-lain.
Model miniatur yang dihasilkan, ungkap Rodiadi, merupakan hasil kreasi mereka sendiri. Jadi mereka tidak meniru jenis motor tertentu.
"Kami hanya bermodalkan pengamatan sehari-hari pada motor gede yang lewat, selebihnya ya ide sendiri," tutur Nano.
Hingga kini miniatur motor gede yang dihasilkan terbagi dalam dua jenis, yakni motor classic dan custom. Keduanya memiliki ciri khas masing-masing. Misalnya untuk yang classic, ukuran motor lebih panjang.
Menampung kreativitas keduanya, ketua JEC, Ari Alisyahbana kemudian turut membantu mengembangkan. Rencananya produksi miniatur akan dibuat terbatas.
"Jika dibuat limited edition, ada nilai kelangkaannya," ungkap Ari.
Meski baru berjalan setengah bulan, respon dari masyarakat khususnya pecinta motor gede sangat antusias. Tidak hanya warga Bandung, Ari mengemukakan ada warga Bali yang berminat untuk membeli karya ini. Harga dari miniatur ini sendiri ditawarkan sekitar Rp 300 ribuan.
Namun bagi konsumen harus bersabar dulu, produk ini baru akan mereka launching pada bulan April.
(twi/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




