Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Jumat, 24/07/2009 10:57 WIB
Ada Sate Domba Afrika di Cihampelas -
Senin, 10/11/2008 08:57 WIB
Empuk-empuk Sate Kambing Hadori -
Senin, 10/11/2008 06:59 WIB
Sate Hadori, Berjuang Sejak Jaman Jepang -
Selasa, 21/10/2008 09:08 WIB
Sate Kuda Tingkatkan Vitalitas Seksual -
Selasa, 21/10/2008 08:17 WIB
Eksotisme Daging Kuda di Jalan Veteran -
Rabu, 30/07/2008 08:54 WIB
Kisah Sate Keliling Dari Cimandiri
Indeks Berita
Jumat, 15/02/2008 09:49 WIB
Sate Kardjan, Tak Lekang Dimakan Zaman
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Merintis usaha kuliner hingga bisa bertahan puluhan tahun merupakan hal yang tak mudah. Sebuah warung sate yang membuka usahanya di Bandung sejak tahun 1970 mampu melakukannya hingga kini masih menjadi favorit warga Bandung.
Berawal di tahun 1925, warung sate ini didirikan di Klaten, Jawa Tengah. "Saat itu mbah membuka warung sate dengan nama warung yang diambil dari nama Pakde, Kardjan," tutur Wulandari, cucu langsung perintis warung sate ini yang kesehariannya mengelola warung sate ini.
Sate Kardjan, itu dia namanya. Sebuah warung sate yang terletak di Jl. Pasirkaliki 32, dekat Bengkel Lapangan tentara, hampir di depan Paskal Hyper Square. Sebelum tahun 90 an, Warung Sate Kardjan berada Jl.Pasirkaliki 41.
Menu awal yang disediakan warung ini adalah sate, gule dan tongseng kemudian berkembang dengan tambahn menu sop iga, nasi goreng kambing, tongseng iga, sop iga kambing, dan lain-lain.
Sate kambingnya termasuk menu yang memiliki banyak penggemar. Dipilih daging paha kambing segar yang memang memiliki keempukan lebih dibandingkan bagian-bagian kambing yang lain. Sebelum dibakar, daging diracik dengan bumbu-bumbu pilihan.
Tak hanya rasa, penyajian satenya pun berbeda dari yang lain. Mungkin hanya Sate Kardjan satu-satunya warung sate yang menyajikan sate di atas hot plate, sehingga suhu panasnya bisa tetap konstan.
Sate disajian dengan dua bumbu, bumbu kecap dan bumbu kacang. Bumbu kecap tak langsung dituang dari kecap botol tapi melalui dicampur kembali dengan bumbu, cabe merah, cabe rawit ditambah merica. Bumbu Kacangnya tak sekental bumbu kacang sate pada umumnya. Kacang digiling dan diolah hingga mengasilkan bumbu kacang yang agak encer. Sate disajikan tanpa acar, tapi dengan sayuran seperti kol, tomat, mentimun dan bawang merah mentah. Satu porsi sate seharga 19 ribu.
Menu sate lain yang harus anda coba, sate buntel. Sate buntel merupakan daging kambing giling yang dimasak dengan aneka bumbu kemudian dibungkus lemak daging. Satu sate buntel sebanding dengan delapan tusuk sate kambing biasa. Makanya, satu tusuk sate buntel seharga delapan ribu. Untuk Rasanya,ehm... tak perlu diragukan lagi.
Satu lagi menu khas Sate Kardjan, tongseng. Wulandari mengaku, tongseng Sate Kardjan merupakan pionir tongseng di kota Bandung. Daging dicampur sayuran dan bumbu-bumbu lalu dituangi kuah gule. Tampilannya saja sudah membuat selera makan meninggi. Terlebih ketika mencicipi gurihnya.
Tempat ini buka dari pukul 12.00-24.00 WIB. Selain di Pasirkaliki, anda bisa menikmati Sate Kardjan di Jl. Purnawarmwan, halaman parkir komplek Soes Merdeka.
Menurut cerita Wulandari, para pelanggan Sate Kardjan ternyata turun temurun. Jika dulu adalah kakek atau neneknya yang makan di Sate Kardjann, kini cucu-cucunya yang ikut menikmati sate di warung ini. Bahkan, seorang pelanggan asal Bandung yang kini tinggal di Jakarta sampai meminta sopirnya untuk ke Bandung hanya untuk membelikan sate kambing di warung ini sebagai pengobat rindu.
Weleh... weleh...
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Sate Kardjan, Tak Lekang Dimakan Zaman
Ema Nur Arifah - detikBandung

Berawal di tahun 1925, warung sate ini didirikan di Klaten, Jawa Tengah. "Saat itu mbah membuka warung sate dengan nama warung yang diambil dari nama Pakde, Kardjan," tutur Wulandari, cucu langsung perintis warung sate ini yang kesehariannya mengelola warung sate ini.
Sate Kardjan, itu dia namanya. Sebuah warung sate yang terletak di Jl. Pasirkaliki 32, dekat Bengkel Lapangan tentara, hampir di depan Paskal Hyper Square. Sebelum tahun 90 an, Warung Sate Kardjan berada Jl.Pasirkaliki 41.
Menu awal yang disediakan warung ini adalah sate, gule dan tongseng kemudian berkembang dengan tambahn menu sop iga, nasi goreng kambing, tongseng iga, sop iga kambing, dan lain-lain.
Sate kambingnya termasuk menu yang memiliki banyak penggemar. Dipilih daging paha kambing segar yang memang memiliki keempukan lebih dibandingkan bagian-bagian kambing yang lain. Sebelum dibakar, daging diracik dengan bumbu-bumbu pilihan.
Tak hanya rasa, penyajian satenya pun berbeda dari yang lain. Mungkin hanya Sate Kardjan satu-satunya warung sate yang menyajikan sate di atas hot plate, sehingga suhu panasnya bisa tetap konstan.
Sate disajian dengan dua bumbu, bumbu kecap dan bumbu kacang. Bumbu kecap tak langsung dituang dari kecap botol tapi melalui dicampur kembali dengan bumbu, cabe merah, cabe rawit ditambah merica. Bumbu Kacangnya tak sekental bumbu kacang sate pada umumnya. Kacang digiling dan diolah hingga mengasilkan bumbu kacang yang agak encer. Sate disajikan tanpa acar, tapi dengan sayuran seperti kol, tomat, mentimun dan bawang merah mentah. Satu porsi sate seharga 19 ribu.
Menu sate lain yang harus anda coba, sate buntel. Sate buntel merupakan daging kambing giling yang dimasak dengan aneka bumbu kemudian dibungkus lemak daging. Satu sate buntel sebanding dengan delapan tusuk sate kambing biasa. Makanya, satu tusuk sate buntel seharga delapan ribu. Untuk Rasanya,ehm... tak perlu diragukan lagi.
Satu lagi menu khas Sate Kardjan, tongseng. Wulandari mengaku, tongseng Sate Kardjan merupakan pionir tongseng di kota Bandung. Daging dicampur sayuran dan bumbu-bumbu lalu dituangi kuah gule. Tampilannya saja sudah membuat selera makan meninggi. Terlebih ketika mencicipi gurihnya.
Tempat ini buka dari pukul 12.00-24.00 WIB. Selain di Pasirkaliki, anda bisa menikmati Sate Kardjan di Jl. Purnawarmwan, halaman parkir komplek Soes Merdeka.
Menurut cerita Wulandari, para pelanggan Sate Kardjan ternyata turun temurun. Jika dulu adalah kakek atau neneknya yang makan di Sate Kardjann, kini cucu-cucunya yang ikut menikmati sate di warung ini. Bahkan, seorang pelanggan asal Bandung yang kini tinggal di Jakarta sampai meminta sopirnya untuk ke Bandung hanya untuk membelikan sate kambing di warung ini sebagai pengobat rindu.
Weleh... weleh...
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk




