Forum Bandung
- cabe kriting... galunggung
- Lowongan CPNS Deplu 2009... kepitingbercapit
- salam kenal2... kunyiil
- [PIC]MOJANG bandung... silvernautillus
- pangkalan OOTers forum d... silvernautillus
- sok atuh absen heula...... silvernautillus
Berita Lain
-
Sabtu, 21/11/2009 09:30 WIB
Batik Dikukuhkan, Omset Pengusaha Batik Berlipat Ganda -
Jumat, 20/11/2009 09:33 WIB
Naikkan Batik Ciamisan ke Kelas Menengah Atas -
Jumat, 20/11/2009 09:15 WIB
Hampir Punah, YBJB Angkat Batik Ciamisan -
Kamis, 19/11/2009 09:20 WIB
Chef Asing Pesan Kostum Lewat Website -
Kamis, 19/11/2009 09:00 WIB
La Cuisine, Bikin Para Chef Lebih Fashionable -
Selasa, 17/11/2009 09:08 WIB
Pengunjung Didominasi Wisatawan Mancanegara
Indeks Berita
Jumat, 15/02/2008 08:48 WIB
Twig House untuk Pencari 'Kehangatan'
Ema Nur Arifah - detikBandung

Bandung -
Walaupun Indonesia tidak termasuk ke dalam negara empat musim, sebuah toko di Jalan Sukajadi No. 127 menyediakan aneka perlengkapan musim dingin, Twig House.
Ketika memasuki tempat yang sudah berdiri sejak 15 tahun yang lalu itu, deretan jaket-jaket tebal dari yang kulit hingga kerah berbulu tergantung. Aneka syal-syal dari yang kecil sampai besar berbahan wool, pashmina, seperti menawarkan kehangatan hingga ingin segera mendekapkannya ke tubuh.
Topi-topi hangat yang menutup hingga telinga, sarung tangan sampai kaos kaki-kaos kaki tebal warna-warni. Bahkan penghangat badan, krim kulit sampai pelembab bibir khusus musim dingin pun disediakan di sini.
"Yang paling penting dari semua perlengkapan adalah long john. Long john adalah bahan terusan berbahan wool untuk menutupi seluruh tubuh di musim dingin sebelum mengenakan pakaian," jelas pemilik Twig House, Fera.
Biasanya, Twig House dikunjungi oleh orang-orang yang akan berangkat ke luar negeri. Misalnya, para calon jemaah haji yang kemungkinan akan menghadapi musim dingin di madinah atau untuk mahasiswa yang akan belajar ke negeri-negeri empat musim. Jadi, Twig House tak setiap hari ramai pengunjung, hanya waktu-waktu tertentu saja terutama menjelang akhir tahun sampai akhir Februari.
Baju-baju yang ada di Twig House diimpor dari berbagai negara,yang memiliki museum dingin. seperti dari negara-negara Eropa, Amerika, jepang, Korea dan lain-lain. Sehingga kualitas barang tetap terjaga. Di sini pun tersedia merchandise dari negara-negara tersebut seperti gantungan kunci, boneka, dompet dan lain-lain.
Harga yang ditawarkan pun cukup reasonable. Long John bisa didapatkan dengan harga Rp. 75 ribu, kaos tangan Rp 15 ribu, jaket mulai Rp 65 ribu sampai jutaan, syal mulai harga Rp 25 ribu hingga Rp 200 ribuan.
"Harga di sini bisa dikatakan lebih murah. Karena kalau membeli di luar negeri akan lebih mahal, itupun belum tentu berkualitas," tambah Fera.
Ya, jika anda memiliki rencana ke luar negeri, sekolah ataupun pergi berhaji, mungkin anda harus mempersiapkan segalanya untuk menyesuaikan dengan negara yang akan anda kunjungi, termasuk pakaian. Tapi sah-sah saja jika anda ingin berbelanja keperluan musim dingin, walau tak ada rencana keluar dari Indonesia. Toh kadang di Indonesia pun dinginya minta ampun.
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Twig House untuk Pencari 'Kehangatan'
Ema Nur Arifah - detikBandung

Ketika memasuki tempat yang sudah berdiri sejak 15 tahun yang lalu itu, deretan jaket-jaket tebal dari yang kulit hingga kerah berbulu tergantung. Aneka syal-syal dari yang kecil sampai besar berbahan wool, pashmina, seperti menawarkan kehangatan hingga ingin segera mendekapkannya ke tubuh.
Topi-topi hangat yang menutup hingga telinga, sarung tangan sampai kaos kaki-kaos kaki tebal warna-warni. Bahkan penghangat badan, krim kulit sampai pelembab bibir khusus musim dingin pun disediakan di sini.
"Yang paling penting dari semua perlengkapan adalah long john. Long john adalah bahan terusan berbahan wool untuk menutupi seluruh tubuh di musim dingin sebelum mengenakan pakaian," jelas pemilik Twig House, Fera.
Biasanya, Twig House dikunjungi oleh orang-orang yang akan berangkat ke luar negeri. Misalnya, para calon jemaah haji yang kemungkinan akan menghadapi musim dingin di madinah atau untuk mahasiswa yang akan belajar ke negeri-negeri empat musim. Jadi, Twig House tak setiap hari ramai pengunjung, hanya waktu-waktu tertentu saja terutama menjelang akhir tahun sampai akhir Februari.
Baju-baju yang ada di Twig House diimpor dari berbagai negara,yang memiliki museum dingin. seperti dari negara-negara Eropa, Amerika, jepang, Korea dan lain-lain. Sehingga kualitas barang tetap terjaga. Di sini pun tersedia merchandise dari negara-negara tersebut seperti gantungan kunci, boneka, dompet dan lain-lain.
Harga yang ditawarkan pun cukup reasonable. Long John bisa didapatkan dengan harga Rp. 75 ribu, kaos tangan Rp 15 ribu, jaket mulai Rp 65 ribu sampai jutaan, syal mulai harga Rp 25 ribu hingga Rp 200 ribuan.
"Harga di sini bisa dikatakan lebih murah. Karena kalau membeli di luar negeri akan lebih mahal, itupun belum tentu berkualitas," tambah Fera.
Ya, jika anda memiliki rencana ke luar negeri, sekolah ataupun pergi berhaji, mungkin anda harus mempersiapkan segalanya untuk menyesuaikan dengan negara yang akan anda kunjungi, termasuk pakaian. Tapi sah-sah saja jika anda ingin berbelanja keperluan musim dingin, walau tak ada rencana keluar dari Indonesia. Toh kadang di Indonesia pun dinginya minta ampun.
(ema/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk





