Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Berita Lain
-
Rabu, 16/05/2012 17:54 WIB
Pengembalian Rp 5 Miliar Jadi Pertimbangan Pengalihan Tahanan -
Rabu, 16/05/2012 17:36 WIB
Grup Pecinta Lagu dan PSM Unpad Gelar Konser Kolaborasi -
Rabu, 16/05/2012 17:21 WIB
Sidang KIP Jabar, Setda dan Disdik Divonis 'Bersalah' -
Rabu, 16/05/2012 16:22 WIB
Rumah Renovasi Ambruk di Pasirkoja, 2 Pekerja Nyaris Tertimbun -
Rabu, 16/05/2012 16:09 WIB
Hakim Tipikor Alihkan Status Tahanan Lima Terdakwa Bansos -
Rabu, 16/05/2012 16:00 WIB
100 Vendor Pernikahan Hadir di Pusdai
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 17:08 WIB
67 Tim Siap Ramaikan Kontes Robot Indonesia
Posted : Binggos
Minggu, 30/12/2007 00:31 WIB
Atraksi Seni Tak Menarik, Braga Festival di Bandung Garing
Erna Mardiana - detikBandung
Bandung - Setelah sukses dalam dua tahun berturut-turut, Braga Festival kembali digelar. Kali ini tema yang diusung bertajuk "ngabaraga". Sayangnya even kali ini seolah kehilangan ruh. Selain hujan yang mengguyur, pameran dan atraksi yang ditampilkan kurang menarik alias garing.
Even penutup tahun 2007 ini, digelar di sepanjang jalan Braga, Bandung, sejak tanggal 29 hingga 31 Desember 2007. Tidak ada yang unik dalam dekorasi even besar ini. Hanya berdiri tenda-tenda putih berukuran 3x3 meter persegi yang terpisah satu sama lain.
Produk yang dipamerkan pun kurang menarik, tidak ada yang spesial. Lebih banyak produk clothing. Begitupun atraksi yang dipertunjukkan. Hanya ada marching band, pawai sepeda ontel dan motor tua. Tidak ada kesenian daerah yang dipertontonkan. Ratusan warga turut menyaksikan even ini, meski mereka cepat-cepat bubar saat hujan turun.
Pembukaan acara yang dilakukan langsung oleh Gubernur Jabar Danny Setiawan pun terganggu dengan guyuran hujan. Panitia tidak mengantisipasi kemungkinan turunnya hujan, alhasil Danny sempat kehujanan saat memberikan sambutan. Sang ajudan telat memayunginya.
"Saya yakin panitia telah berusaha semaksimal mungkin. Saya harap masyarakat bisa menerimanya dengan sambutan luar biasa," ujar Danny.
Sementara itu Ketua Panitia sekaligus Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jabar, I Budhyana mengaku persiapan acara yang telah digelar sejak 2005 ini, tidak maksimal. Hal itu salah satunya dipengaruhi oleh dana yang lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Kali ini dianggarkan Rp 175 juta. Sedangkan tahun lalu Rp 200 juta.
"Ya selain juga faktor event organizernya," tuturnya. EO Braga Festival tahun ini memang berbeda dengan tahun lalu. Kali ini oleh We Socialite (WS).(ern/lom)
Atraksi Seni Tak Menarik, Braga Festival di Bandung Garing
Erna Mardiana - detikBandung
Bandung - Setelah sukses dalam dua tahun berturut-turut, Braga Festival kembali digelar. Kali ini tema yang diusung bertajuk "ngabaraga". Sayangnya even kali ini seolah kehilangan ruh. Selain hujan yang mengguyur, pameran dan atraksi yang ditampilkan kurang menarik alias garing.
Even penutup tahun 2007 ini, digelar di sepanjang jalan Braga, Bandung, sejak tanggal 29 hingga 31 Desember 2007. Tidak ada yang unik dalam dekorasi even besar ini. Hanya berdiri tenda-tenda putih berukuran 3x3 meter persegi yang terpisah satu sama lain.
Produk yang dipamerkan pun kurang menarik, tidak ada yang spesial. Lebih banyak produk clothing. Begitupun atraksi yang dipertunjukkan. Hanya ada marching band, pawai sepeda ontel dan motor tua. Tidak ada kesenian daerah yang dipertontonkan. Ratusan warga turut menyaksikan even ini, meski mereka cepat-cepat bubar saat hujan turun.
Pembukaan acara yang dilakukan langsung oleh Gubernur Jabar Danny Setiawan pun terganggu dengan guyuran hujan. Panitia tidak mengantisipasi kemungkinan turunnya hujan, alhasil Danny sempat kehujanan saat memberikan sambutan. Sang ajudan telat memayunginya.
"Saya yakin panitia telah berusaha semaksimal mungkin. Saya harap masyarakat bisa menerimanya dengan sambutan luar biasa," ujar Danny.
Sementara itu Ketua Panitia sekaligus Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jabar, I Budhyana mengaku persiapan acara yang telah digelar sejak 2005 ini, tidak maksimal. Hal itu salah satunya dipengaruhi oleh dana yang lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Kali ini dianggarkan Rp 175 juta. Sedangkan tahun lalu Rp 200 juta.
"Ya selain juga faktor event organizernya," tuturnya. EO Braga Festival tahun ini memang berbeda dengan tahun lalu. Kali ini oleh We Socialite (WS).(ern/lom)


Sending your message